Hal-hal Wajar tapi sering Dipertanyakan Terkait Sekolah Pilot

Setiap tahunnya, minat siswa untuk mendaftarkan diri ke sekolah pilot terbilang cukup banyak. Hal ini terbukti dengan ramainya para pendaftar di berbagai sekolah penerbangan yang ada saat ini. Mereka berharap bahwa mereka bisa menjadi bagian sekolah yang mereka impikan dan kemudian mewujudkan cita-cita mereka untuk bisa bekerja di maskapai penerbangan. Sayangnya, sekolah kejuruan ini tidak sama dengan sekolah-sekolah pada umumnya karena biaya sekolah yang mahal, jumlah siswa yang diterima tidak banyak di setiap angkatannya, dan setelah lulus pun mereka belum dijamin bisa mendapatkan pekerjaan di airline. Hal-hal ini pula yang sering dipertanyakan oleh kebanyakan orang pada akhirnya. Well, untuk menjawab rasa penasaran terkait hal ini, silahkan simak penjelasannya berikut ini:

Biaya sekolah pilot yang mahal

Tidak dapat dipungkiri bahwa biaya sekolah pilot sudah hampir menyentuh angka 1 M. Wow, sekali bukan? Namun, sebenarnya hal ini wajar-wajar saja mengingat fasilitas dan gaji instruktur sekolah ini tidaklah murah. Bayangkan saja berapa ratus juta uang yang harus dikeluarkan untuk membeli satu pesawat latih dan berapa puluh juta uang yang harus dihabiskan untuk menyewa landasan terbang jika sekolah pilot tidak punya bandara pribadi. Kalikan juga berapa gaji para pengajar di sana yang tentunya berbeda dengan pengajar-pengajar di sekolah biasanya. Belum lagi, perawatan untuk pesawat latih yang jumlahnya jelas tidak hanya satu saja. Dengan demikian, tak heran jika pihak sekolah pilot mematok biaya sekolah pilot yang mahal untuk setiap kadet yang berhasil menjadi bagian sekolah tersebut.

Jumlah siswa yang diterima sedikit

Berbeda dengan sekolah tinggi atau universitas yang bisa menerima pelajar lebih dari 100 orang setiap angkatannya, sekolah pilot biasanya hanya menerima belasan siswa per angkatan. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan sekolah pilot ingin menghasilkan calon-calon pilot berkualitas dan menghindari ketidakefektifan dalam proses pembelajaran dan pelatihan baik di kelas maupun saat menerbangkan pesawat. Coba saja bayangkan, jika jumlah kadet ratusan orang dan jumlah pesawat latih hanya 10 unit, jelas hal ini sangat tidak efektif dan tidak baik untuk pihak sekolah sendiri maupun para kadet. Ya, mereka harus mengantri lama untuk mendapatkan giliran. Hal ini dilakukan oleh seluruh sekolah pilot di tanah air, termasuk Bali International Flight Academy, Nusa Flying School, Bandung Pilot Academy, dan sekolah pilot lainnya.

Lulusan yang tidak langsung bekerja

Mengapa lulusan sekolah pilot tidak langsung mendapatkan pekerjaan? Jika kembali ke tahun 90-an, jelas sekolah jurusan ini bisa dikatakan menjamin lulusannya untuk bisa bekerja di maskapai penerbangan. Namun, tidak untuk saat ini. Hal ini disebabkan karena jumlah sekolah pilot yang sudah bertambah, jumlah lulusan yang semakin banyak, dan kebutuhan maskapai penerbangan untuk bagian pilot sudah banyak terisi penuh. Dengan demikian, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin ketat. Memang, harapan untuk mendapatkan pekerjaan sangat terbuka lebar tapi setiap lulusan dituntut untuk berkompetisi dengan lulusan-lulusan lainnya yang juga sama-sama mencari pekerjaan. Kondisi inilah yang membuat sebagian besar lulusan sekolah penerbangan tidak langsung bekerja. Mereka masih harus menunggu lowongan pekerjaan dan bersaing dengan lulusan lainnya.

Aditia

View more posts from this author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *