Sekolah pilot menjadi salah satu cita-cita pilihan banyak orang sebab diklaim memiliki harapan yang baik untuk masa depan. Dari durasinya yang cukup singkat sedangkan penghasilan sangat menakjubkan merupakan nilai lebih dari profesi ini. Lihat saja perbedaannya dengan profesi dokter yang harus ditekuni selama lebih dari 5 tahun di perguruan tinggi, setelah itu baru bisa lulus dan menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan. Masa pendidikan pilot sekitar 1-1,5 tahun, kalau sekolah memiliki fasilitas yang lengkap dan sangat memadai serta instruktur yang berpengalaman, para cadet memungkinkan untuk lulus dan masa 12 bulan. Sekolah pilot benar-benar menjadi satu pilihan terbaik untuk sukses di usia muda. Tak heran kalau profesi tersebut menjadi incaran banyak orang, baik yang belum menikah maupun juga sudah berkeluarga dan mempunyai anak. Well, berikut beberapa pertimbangan penting untuk yang ingin masuk sekolah pilot:

Biaya pendidikan

Pertimbangan untuk melanjutkan pendidikan hingga ke sekolah tinggi tak lepas dari segi biaya. Beruntung jika mampu memperoleh beasiswa secara penuh, tidak perlu lagi pusing-pusing memikirkan bayaran sekolah yang harus dikeluarkan per semesternya. Biaya pendidikan sekolah pilot tidak murah, bahkan bagi yang belum pernah mendengar mungkin bisa menganga. Biaya sekolah pilot kurang lebih sekitar 800 juta atau hampir mendekati 1 miliar rupiah hingga akhir pendidikan. Pengeluaran tersebut sudah termasuk tempat tinggal (asrama), makan, seragam, buku, latihan terbang, dan lain sebagainya.

Namun, ada pula sekolah yang memberikan biaya lebih murah tapi tidak mencakup secara keseluruhan. Dengan kata lain, ada beberapa bagian misalnya buku tidak termasuk ke dalam pengeluaran tersebut sehingga masih harus mengeluarkan biaya tambahan di kemudian hari yang pada akhirnya total bayaran sangat besar. Bea pendidikan yang demikian harus dipertimbangkan dengan matang-matang. Walaupun terdapat kemudahan untuk membayar yakni dengan cara mencicil atau melakukan pinjaman di bank, namun nilainya yang sangat besar harus dipikirkan ulang untuk meminimalisir kacaunya keuangan apalagi dengan kondisi finansial yang belum bersahabat.

Persaingan dunia kerja

Setelah lulus dari sekolah pilot, cadet belum dapat dipastikan bakal diterima atau tidak bekerja di perusahaan penerbangan yang diinginkan. Banyaknya lulusan sekolah pilot yang juga melamar pekerjaan bukan tidak mungkin menjadi penghalang untuk mendapatkan sebuah posisi yang diharapkan. Apabila tidak memiliki bekal yang cukup untuk bersaing tak menutup kemungkinan tersingkirkan. Semua pelamar akan menghadapi serangkaian tes yang tidak jauh berbeda saat mendaftar di sekolah pilot, mulai dari pemahaman seputar penerbangan, psikologi, hingga kesehatan fisik. Berbondong-bondong jumlah pelamar, tapi hanya segelintir yang diterima. Peluang kerja sebagai pilot memang terbuka luas apalagi perekonomian semakin membaik, namun hal ini tidak lepas dari adanya persaingan bahkan termasuk dengan pilot asing.

Resiko pekerjaan

Setiap pekerjaan tentu ada resiko. Seperti halnya investasi, semakin besar keuntungan yang hendak diperoleh kian besar pula resiko yang didapat. Pada profesi pilot, penghasilan yang dikantongi sangat menggiurkan, mencapai puluhan juta rupiah setiap bulannya. Tentu, biaya pendidikan yang sangat mahal bisa terbayarkan dalam jangka waktu beberapa tahun saja. Namun, resiko dari pekerjaan ini juga sangat berat, salah satunya keselamatan para penumpang, kru pesawat, bahkan diri sendiri. Transportasi udara juga sangat rawan akan kecelakaan, baik itu yang diakibatkan oleh human error maupun yang diakibatkan oleh cuaca buruk. Ironisnya kemalangan yang terjadi tak jarang menewaskan seluruh penumpang termasuk semua petugas. Resiko yang sangat mengancam keselamatan seperti inilah harus dipikir-pikir ulang agar dapat menekuni profesi tersebut dengan rasa aman dan nyaman.

Beragam alasan orang-orang memilih sekolah pilot, entah itu keinginan sejak kecil ataupun sudah tumbuh besar. Namun demikian, hal ini harus dipertimbangkan dengan kepala dingin agar bisa mendapat keputusan yang tepat.